Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sanitary Landfill

                Sanitary Landfill (SL) adalah sebuah sistem pengolahan sampah yang berkesinambungan dengan menggunakan metode Supply Ruang Penampungan Sampah Padat. RSL diyakini bisa mengontrol emisi liquid, atau air rembesan sampai sehingga tidak mencemari air tanah.

                Sanitary Landfill  berfilosofi konservasi. Bertujuan merehabilitasi lahan, bukannya merusak. Jika operasi-rawatnya tepat, sesuai dengan rancangannya, metode ini lebih ramah lingkungan. Relatif aman bagi kesehatan. Hanya saja, perlu disiplin tinggi. Pejabat otoritas sampah dan pekerjanya harus taat pada aturan operasi-rawat. Karena potensi bahaya seperti akumulasi gas dan lindi tetap ada, mereka pun wajib terus memantaunya ketika sanfil sudah tidak digunakan lagi. Kalau tidak, hasilnya takkan lebih baik daripada open dump. Bahkan cenderung lebih rugi secara finansial lantaran mahal biayanya. Buang-buang uang; sia-sia.

                Sistem ini mampu mengontrol emisi gas metan, karbondioksida atau gas berbahaya lainnya akibat proses pemadatan sampah. RSL juga bisa mengontrol populasi lalat di sekitar TPA. Sehingga mencegah penebaran bibit penyakit.
 
                Cara kerjanya, di RSL, sampah ditumpuk dalam satu lahan. Lahan tempat sampah tersebut sebelumnya digali dan tanah liatnya dipadatkan. Lahan ini desbut ground liner. Usai tanah liat dipadatkan, tanah kemudian dilapisi dengan geo membran, lapisan mirip plastik berwarna yang dengan ketebalan 2,5 milimeter yang terbuat dari High Density Polyitilin, salah satu senyawa minyak bumi. Lapisan ini lah yang nantinya akan menahan air lindi (air kotor yang berbau yang berasal dari sampah), sehingga tidak akan meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah. Di atas lapisan geo membran dilapisi lagi geo textile yang gunanya memfilter kotoran sehingga tidak bercampur dengan air lindi. Secara berkala air lindi ini dikeringkan.

                Analogi yang nyaris sempurna untuk metode ini ialah kue lapis. Sanfil yang sudah penuh, artinya semua lahannya sudah diisi sampah sampai batas ketinggian yang direncanakan, serupa dengan kue lapis dalam satu nampan. Fisik sanfil berlapis-lapis. Lapisan terbawah kue lapis mirip dengan lapisan terbawah atau lapisan pertama sanfil. Begitu pun lapisan kedua, serupa dengan lapisan kedua kue lapis. Demikian seterusnya sampai lapisan teratas (terakhir).
 
                Dalam praktiknya di lapangan, lapisan pertama sanfil tentu tidak selesai dalam satu dua hari. Berbeda dengan pembuatan kue lapis yang bisa selesai hanya dalam hitungan jam. Untuk menyelesaikan satu lajur (satu lapis terdiri atas banyak lajur, mirip kue lapis yang diiris melintang dan membujur) dengan tinggi 2 ? 3 m, dan lebar 3 m, bisa berhari-hari lamanya. Panjang sel sampah ini bergantung pada volume sampah yang ditangani per hari. Setiap hari, setelah sampah dipadatkan di sel-selnya memakai alat berat (kompaktor), bagian atasnya ditutupi tanah liat/lempung yang kedap air. Dengan tebal 15 ? 30 cm, tanah penutup ini mencegah lalat, nyamuk dan tikus mengacak-acak sel sampah. Setiap sel atau lajur dibuat dengan kemiringan (slope) maksimum 45 derajat agar bisa dilewati bulldozer dan shovel. Air hujan yang meresap dan bau busuk pun bisa dikurangi.
 

                Sebelum dipadatkan, sampah yang menumpuk diatas lapisan geo textille ini kemudian ditutup dengan menggunakan lapisan geo membran untuk mencegah menyebarnya gas metan akibat proses pembusukan sampah (yang dipadatkan) tanpa oksigen. Geo membran ini juga akan menyerap panas dan membantu proses pembusukan. Radiasinya akan dipastikan dapat membunuh lalat dan telur-telurnya di sekitar sampah. Sementara hasil pembusukan samapah dalam bentuk kompos bisa dijual.
 
                Gas metan ini juga yang pada akhirnya digunakan untuk memanaskan air hujan yang sebelumnya ditampung untuk mencuci truk-truk pengangkut sampah. Jika truk sampah yang bentuknya tertutup dicuci setiap kali habis mengangkut sampah, tidak akan menebarkan bau ke lokasi TPA.
               
                Fungsi lain tanah penutup ialah melindungi pekerja dari penyakit akibat bakteri patogen. Mereka wajib mengenakan alat pengaman seperti sarung tangan, sepatu boot dan pakaian khusus yang harus rutin dicuci. Kemudian, yang terpenting, panas hasil dekomposisi zat organik bisa ditahan di dalam sampah dan ikut membasmi larva lalat dan bakteri patogen. Seterusnya, sel per sel, lajur demi lajur, lapis per lapis diselesaikan dari waktu ke waktu selama bertahun-tahun. Makin luas lahannya, makin lamalah masa-hidup sanfil tersebut.
 
                Pada lapis terakhir, tebal tanah penutup 50 cm agar sedapat mungkin infiltrasi air hujan tak terjadi. Jika terjadi juga, lindi yang terbentuk potensial mencemari air tanah dan air permukaan. Kadar polutannya jauh melebihi air limbah rumah tangga. Secara umum, menurut Flintoff dalam Management of Solid Wastes in Developing Countries, buku yang dipublikasikan atas prakarsa organisasi kesehatan dunia, WHO, kisaran angka BOD-nya 6.000 - 7.000 mg/l, atau 20 ? 30 kali BOD air limbah domestik. Dalam sejumlah kasus ada yang mencapai 30.000 mg/l Selain zat organik, lindi juga kaya nitrogen, klorida, sulfat, dan logam-logam berat.


Aspek Sanfil

                Minimal ada empat aspek penting yang mesti dikaji dalam pembuatan sanfil. Pertama, seleksi lokasi. Pascalongsor Leuwigajah, pemkot Bandung bingung mencari TPA. Kecuali penolakan warga dan pemkab Bandung, juga lantaran lahannya sulit didapat atau harganya mahal termasuk yang di Citatah. Atau karena jaraknya jauh, topografi dan kondisi tanahnya tak mendukung, serta alasan lingkungan setempat yang juga tak mendukung.

                Kedua, metode sanfil. Ini berkaitan dengan bentuk lahan. Agar efektivitas pemakaian lahannya tinggi, maka rencana operasi harus dibuat. Ada tiga metode yang bisa digunakan, yaitu area, trench, dan depression. Metode area diterapkan apabila lahannya agak landai atau datar dan tidak bisa dibuatkan parit. Setelah sisinya ditanggul dengan tanah, barulah sampah dipadatkan sampai selesai lajur per lajur. Metode trench (parit) dibuat di lahan yang muka air tanahnya cukup dalam dan tersedia tanah penutup. Lebih disukai kalau ada bukit yang tanahnya bisa dipangkas untuk tanah penutup. Parit dibuat dengan menggali sampai tanah kedap air. Selanjutnya, apabila lokasi sanfil berupa cekungan, legok atau jurang, metode depression atau lembah baik dipakai. Sampah diratakan, dipadatkan lalu ditutupi tanah liat. Sekian puluh tahun kemudian, lembah itu berubah menjadi lahan yang bisa dihuni atau untuk fasilitas lainnya seperti taman dan sabuk hijau.

                Ketiga, produksi gas dan lindi. Kecuali gas yang dominan, yaitu 60% metana (CH4) dan 35% karbondioksida, ada juga gas lain, yaitu H2S yang berbau busuk seperti di kawah Tangkubanparahu, amoniak (NH3), karbonmonoksida (CO) dll. Gas CO2 bisa melarutkan formasi batu kapur di tanah; metana, gas yang nyalanya seperti spiritus ini, bisa meledak jika terkonsentrasi. Adapun lindi berasal dari internal hasil dekomposisi dan eksternal dari hujan, air tanah, dan limpahan drainase. Inilah masalah ikutan dari penanganan sampah. Sampah selesai, muncullah air sampah yang tak kalah menimbulkan masalah lingkungan.

                Keempat, aliran gas dan lindi. Gas bisa dibiarkan lepas ke udara atau ditampung untuk dimanfaatkan energinya. Biogas ini, kalau dieksploitasi dengan hati-hati dan tepat teknologinya, lumayan untuk menerangi kawasan kantor sanfil. Lindi mengalir ke bawah dan terkumpul di dasar sanfil. Bisa dibiarkan di dalam sanfil atau diolah di instalasi pengolahan air limbah sebelum dibuang.

                Demikianlah, “kue lapis” sanfil bisa lebih bersahabat ketimbang open dump. Empat aspek di atas, pencarian, pemilahan, pemilihan, penetapan, dan operasi-rawat sanfil bisa meminimalkan risikonya. Namun, dalam tataran desain, masih ada parameter lain yang mesti dievaluasi agar diperoleh hasil yang memuaskan dari sisi teknologi dan investasi.*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AIR = SUMBER KEHIDUPAN


Menurut Wikipedia (2010), air merupakan zat atau materi atau unsur yang paling penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini hanya terdapat di bumi, tetapi tidak di planet lain. Keberadaan air menutupi hampir 71 persen permukaan bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), ataupun hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Tanpa air, maka makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup. Hal ini dikarenakan air merupakan zat pelarut yang berguna bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup dan juga menjadi bagian yang sangat penting dalam proses metabolisme.
Dalam tubuh manusia, komposisi air mencapai 55 persen sampai 78 persen, tergantung dari ukuran badan. Menurut Departemen Kesehatan, syarat-syarat air yang layak dikonsumsi adalah adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Dengan demikian, air yang dapat diminum adalah air yang telah mengalami proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan, dan memenuhi syarat kesehatan manusia. Adapun, ada beberapa jenis sarana air minum, meliputi sumur gali, sumur pompa tangan (dalam atau dangkal),  penampungan air hujan, sumur artetis, mata air, unit penyulingan air, maupun penyaring air.
Banyak manfaat yang diberikan oleh air untuk keberlangsungan kehidupan, misalnya meningkatkan kesehatan, memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh, menahan lapar, mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit, dan mengatasi migrain.
a.         Meningkatkan kesehatan
Jadi, minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimal.
b.        Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh
Air dapat memperkuat daya tahan tubuh, karena air dapat menaikkan simpanan glycogen yang digunakan sebagai energi saat Anda bekerja.

c.         Menahan lapar
Rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus, jadi sebenarnya yang dibutukan pada saat itu adalah air, bukan makanan. Selain itu, air dapat dimanfaatkan untuk memberikan rasa kenyang untuk mencegah makan secara berlebihan.
d.        Mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit
Air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit, seperti batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon), dan sembelit.
e.        Mengatasi migrain
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala. Jadi, apabila mengalami migrain menjadi hal yang sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup.
Akan tetapi, tidak semua orang beruntung dapat menikmati ketersediaan air bersih yang cukup. Pada saat ini, terdapat krisis ketersediaan air pada berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahun dan adanya pencemaran air yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti sampah yang berasal dari kegiatan sektor industri dan pertanian. Selain itu, dampak perubahan iklim dunia terhadap sumber air diperkirakan akan menyebabkan terjadinya  kelangkaan air global hingga mencapai 20 persen. Adanya krisis ketersediaan air ini telah mengancam kesehatan masyarakat (banyak masyarakat yang terjangkit diare, malaria, dan penyakit kulit), stabilitas politik, dan mengancam lingkungan. Bahkan, pada tahun 2000, setidaknya terdapat 2,2 juta kematian karena rendahnya sanitasi air yang dimiliki dan sekitar 1 juta meninggal karena terjangkit malaria. Ketersediaan air juga berpengaruh pada pasokan pangan dunia, dimana dibutuhkan minimal 1.000 kubik air untuk menyediakan makanan per orang setiap hari.
Air juga terkait dengan masalah perkotaan. Pada saat ini, sekitar 48 persen populasi dunia tinggal di kawasan perkotaan. Pada tahun 2030, diperkirakan persentase itu telah meningkat menjadi 60 persen. Kualitas penyediaan air di kota-kota negara berkembang pada umumnya sangat rendah sementara harganya sangat mahal, ketika penduduk harus membeli air dari tukang air bersih keliling. Pengelolaan air bersih untuk kawasan perkotaan ini sangat kompleks karena harus memadukan kebutuhan air untuk penduduk dan industri, pengendalian polusi, membutuhkan penanganan limbah, mencegah banjir, dan menjaga kelestarian sumber daya air. Oleh karena itu, diperlukan zonasi untuk pembangunan perumahan dan industri agar tidak mengganggu sumber daya air, tetapi hal ini tidak mudah bagi sebuah kota yang memiliki pendapatan yang rendah.
Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi berbagai penyakit melalui media air adalah dengan memperbaiki pasokan air bersih. Bila upaya perbaikan pasokan air dilakukan dengan sanitasi dasar, maka sebenarnya tingkat kematian karena minimnya pasokan air bersih bisa dikurangi sebanyak 17 persen per tahun. Sedangkan dengan perbaikan sanitasi lanjutan, maka tingkat kematian bisa dikurangi 70 persen per tahun. Selain itu, juga dibutuhkan sistem pertanian yang memadai karena jumlah penduduk dunia mencapai sekitar enam milyar orang. Walaupun membutuhkan investasi yang besar untuk membangun fasilitas penyediakan air bersih, tetapi hal tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat untuk mendapatkan sumber air bersih yang sehat, sehingga mampu menciptakan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

7 SAMPAH BERBAHAYA

Membuang TV lama Anda ke tempat sampah sepertinya menjadi pilihan paling masuk akal. Namun hal itu sesungguhnya berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.
Berikut daftar tujuh sampah beracun – mulai dari cat hingga bola lampu bekas – yang seharusnya tidak Anda buang ke tempat sampah.
Bahan-bahan ini bila tidak ditangani dengan benar bisa meninggalkan jejak racun bahkan jejak radioaktif di lingkungan sekitar.
#7 Oli Kendaraan Bermotor
Di hampir semua negara bagian di AS, membuang oli kendaraan ke saluran air atau menguburnya dalam tanah adalah ilegal. Membuang oli ke got atau toilet bisa mengganggu proses daur ulang air.
Dari got, oli kendaraan bermotor bisa mencemari sungai atau laut yang pada efeknya mengganggu kehidupan dalam air. “Satu galon (3,78 liter) oli bisa mencemari 1 juta galon (3,78 juta liter) air bersih ,“ ujar Jennifer Berry dari Earth911.com, situs yang menjadi sumber informasi tempat daur ulang dan pembuangan di AS.
Satu-satunya cara yang benar – dan legal – untuk menyingkirkan oli kendaraan bermotor adalah dengan menempatkannya ke botol plastik yang bersih, tutup dengan rapat dan bawa ke lokasi yang bersedia menerima oli bekas Anda, seperti ke tempat daur ulang lokal, bengkel atau toko asesoris motor.
Penting untuk diingat: jangan campur oli bekas Anda dengan apapun – termasuk cat, bensin, tiner dsb – karena akan menyulitkan proses daur ulang.
#6 Alat-alat elektronik
Mulai dari TV lama, pemutar DVD, pemutar kaset video (VCR), tape, pemutar CD, ponsel bekas, jam alarm, kamera video, komputer desktop, laptop, printer, konsol game video, iPod – berapa banyak limbah elektronik (e-waste) seperti ini yang harus Anda simpan di gudang?
Limbah elektronik pada umumumnya mengandung logam berat seperti kadmium dan timah. Anda tidak dibolehkan membuang limbah tersebut ke tempat sampah.
Walau jumlah limbah elektronik hanya 1-4% dari seluruh sampah lokal, sampah elektronik bertanggung jawab atas “70% sampah metal, termasuk 40% sampah timah dalam tanah”.
Cara paling aman membuang sampah elektronik adalah dengan menyumbangkannya kembali atau membawanya ke pusat daur ulang. Ada beberapa toko elektronik yang bersedia untuk menukar produk lama Anda dengan produk baru (trade-in).
Di AS, mendaur ulang ponsel tidak hanya ramah lingkungan namun juga bisa mendatangkan uang. Perusahaan seperti YouRenew.com, Gazelle.com dan Flipswap.com bersedia membayar barang elektronik lama Anda.
#5 Cat
Cat berbahan minyak, dempul, pernis, hingga cairan penghilang cat tergolong limbah rumah tangga yang berbahaya (household hazardous waste/HHW) karena mengandung bahan-bahan kimia yang mengancam manusia, hewan bahkan lingkungan.
Limbah rumah tangga berbahaya tidak boleh dibuang ke tempat sampah atau ke saluran air. Cat yang tidak terpakai sebaiknya Anda sumbangkan ke sekolah, grup drama, atau lembaga nirlaba seperti Habitat for Humanity. Bawa sisa cat berbasis minyak ke fasilitas pengumpulan limbah rumah tangga berbahaya terdekat.
Cat berbasis air (latex) tidak tergolong limbah berbahaya. Cara pembuangannya juga lebih mudah. Buka kaleng cat dan keringkan. Kaleng pun siap Anda buang ke tempat sampah.
#4 Baterai
Baterai beragam jenisnya, juga cara pembuangannya. Namun membuang baterai ke tempat sampah bukanlah cara yang tepat.
Baterai isi ulang (termasuk baterai nickel cadmium, nickel metal hydride, baterai kecil lead acid dan baterai lithium ion) harus dibawa ke pusat daur ulang. Beberapa toko di AS seperti Ikea, Walmart, Staples dan Radio Shack sudah mendukung program ini.
Baterai alkaline dan baterai zinc carbon harus diserahkan ke pusat pengelolaan limbah berbahaya (HHW). Baterai jam yang mengandung oksida perak (silver oxide) bisa didaur ulang di toko jam dan toko perhiasan. Anda juga bisa membawanya ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.
Perlakuan yang sama juga harus diterapkan untuk baterai peralatan elektronik portabel (PDA, kamera, dan alarm mobil). Baterai zinc-air yang digunakan di alat bantu dengar juga harus diserahkan ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.
Baterai kendaraan bermotor mengandung bahan kimia beracun dan korosif yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Membuang baterai jenis ini ke tempat sampah adalah ilegal. Bawa baterai lama Anda ke toko tempat Anda membeli baterai karena mereka diwajibkan mendaur ulang baterai tersebut.
#3 Lampu
Lampu fluorescent (atau lebih dikenal dengan lampu TL) biasa maupun kompak, jauh lebih ramah lingkungan dibanding bola lampu tradisional. Namun saat lampu TL pecah, lampu ini melepaskan bahan kimia berbahaya yaitu merkuri (sekitar 5 miligram). Pastikan Anda membawa lampu fluorescent bekas ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.
#2 Detektor asap
Pertama, kenali jenis detektor asap Anda. Detektor asap dengan tabung ionisasi (ionization chamber smoke detectors/ICSD) menggunakan radiasi ion dalam jumlah kecil untuk mendeteksi asap.
Karena mengandung material radioaktif, detektor ini dikategorikan sebagai material berbahaya oleh Lembaga Perlindungan Kebakaran (Fire Protection Agency). Anda harus memperlakukan limbahnya dengan sangat hati-hati.
Setelah mengeluarkan baterai dari detektor asap – baca poin #3 untuk mendaur ulang baterai – kirimkan kembali detektor asap ke pihak pabrikan.
Alamat pemasok bisa Anda temukan di kertas garansi atau buku petunjuk penggunaan. Pastikan Anda mengirimkannya melalui pos darat, bukan pos udara, karena mengirim bahan radioaktif melalui udara adalah melanggar hukum.
Jika pihak pabrikan menolak, bawa detektor asap Anda ke pusat pengelolaan limbah berbahaya di lingkungan sekitar. Detektor asap fotoelektrik yang menggunakan sensor foto dan cahaya untuk mendeteksi asap tidak mengandung bahan radioaktif dan bisa dibawa ke pusat daur ulang elektronik biasa (baca poin #5).
Pendeteksi asap kombinasi – yang menggunakan sistem ionisasi dan fotoelektrik – mengandung bahan radioaktif dalam jumlah kecil dan harus diperlakukan sama dengan ICSD.
#1 Termometer merkuri
Saat ini masih banyak keluarga yang menggunakan termometer merkuri walau sudah tersedia termometer elektronik di pasaran. Termometer yang rata-rata berisi 500 miligram merkuri ini jika pecah akan berbahaya bagi kesehatan.
Merkuri bersifat neurotoksin (merusak syaraf) yang berbahaya terutama bagi ibu hamil dan anak-anak karena bisa merusak perkembangan sistem syaraf anak dan bayi yang masih dalam kandungan.
Beberapa negara bagian di AS seperti New York, California dan Connecticut telah melarang penjualan termometer ini. Sebaiknya Anda membawa termometer ini ke pusat pengolahan limbah berbahaya.
Di beberapa wilayah, Anda bahkan bisa menukar tambah termometer merkuri Anda dengan termometer elektronik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yuk, Kita Kenali Kode Plastik ! ^^


Memang masyarakat kita punya kebiasaan mengisi ulang botol plastik. Alasannya, sayang membuang kemasan yang masih bagus. Padahal, tidak semua botol plastik boleh dipergunakan kembali. Bahaya kesehatan mengintai dari balik kemasan botol plastik yang diisi berulang-ulang. Mulai dari iritasi kulit, gangguan hormon, saluran pernapasan hingga kanker.
Dan, bukan hanya botol plastik saja lho, yang sebaiknya tidak digunakan berulang. Produk plastik lain seperti wadah makan, penutup makanan hingga botol susu, juga perlu dicermati.
Kode Penanda
Lalu bagaimana mengetahui kemasan plastik mana yang boleh dan tidak boleh digunakan kembali? Umumnya, setiap wadah plastik dicantumi tanda atau kode angka yang menandakan bahan pembuatan kemasan plastik. Kode angka berada di dalam logo daur ulang berbentuk segitiga dan bisa Anda temui di dasar atau bagian bawah kemasan.
Kode-kode itu dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization). Tujuannya, untuk memudahkan konsumen mengenali bahaya dan keamanan wadah yang terbuat dari plastik. Nah, tanda pengenal plastik itu sendiri dibagi menjadi 7 kelompok. Apa saja makna yang berada di balik angka-angka tersebut?
Angka 1
Tanda ini biasanya disertai tulisan PET (polyethylene terephthalate). Plastik jenis ini berwarna jernih atau transparan dan banyak dipakai untuk botol air mineral, jus, dan hampir semua botol minuman ringan lain. Yang perlu diperhatikan adalah botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Mengapa? Pertama, desain leher sempit pada botol membuatnya sulit dibersihkan. Lama kelamaan bakteri dari tangan dan mulut dapat tumbuh di botol. Kedua, bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
Angka 2
Umumnya, kode ini disertai tulisan HDPE (high density polyethylene). Jenis plastik ini memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Biasa dipakai untuk botol kemasan susu berwarna putih, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena kandungan plastiknya mampu mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya. Meski begitu, sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian saja. Pasalnya, untuk membuat PET dan HDPE digunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa kimia itu mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Kontaminasi senyawa dalam periode lama akan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi perempuan, senyawa ini bisa meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran.
Angka 3
Inilah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Pada kemasan yang mengandung plastik jenis ini biasanya tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya serta tulisan V yang berarti PVC (polyvinyl chloride). Plastik ini bisa ditemukan pada pembungkus (wrap) dan beberapa botol minuman kemasan. Jenis ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA (Di-2-etil-heksiladipat) yang dapat bereaksi dengan makanan saat bersentuhan langsung. DEHA bisa lumer pada suhu 15 derajat celsius. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas plastik ini berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan. Sebisa mungkin hindari pemakaian jenis plastik ini. Cari alternatif pembungkus lain saja seperti plastik dari polyethylene atau bahan alami, misalnya daun pisang atau daun jati.
Angka 4
Biasanya ditulis bersama kode LDPE (low density polyethylene). Karakter plastik ini kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dengan permukaan agak berlemak. Terbuat dari minyak bumi dan biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Pada suhu di bawah 60 derajat Celsius, plastik ini sangat resisten terhadap senyawa kimia. Daya proteksinya terhadap uap air tergolong baik. Namun, kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan ini baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemasnya. 
Angka 5
Tulisann PP (polypropylene) biasanya hadir bersama angka ini. Karakteristik plastik ini lebih kuat, transparan yang tidak jernih atau berawan, ringan dengan daya tembus uap yang rendah, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. PP adalah jenis bahan plastik terbaik dan aman, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol susu untuk bayi serta wadah plastik yang bisa dipanaskan dalam microwave. Carilah wadah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
Angka 6
Terbuat dari bahan plastik jenis PS (polystyrene). PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ketika makanan itu bersentuhan dengan wadah. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada perempuan yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Selain itu, bahan plastik ini sulit didaur ulang karena memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Angka 7
Biasanya disertai tulisan OTHER. Jenis plastik ini terbagi 4 yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), dan Nylon. OTHER dapat ditemukan pada botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik, dan plastik kemasan, botol susu bayi, gelas Balita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan, termasuk kaleng susu formula.
Sebenarnya PC tidak dianjurkan sebagai wadah karena dapat mengeluarkan bahan utamanya, Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman. Efeknya, bisa merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Sedangkan SAN dan ABS baik digunakan sebagai kemasan karena memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu. Biasanya SAN terdapat pada mangkuk miksaer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi. Sementara ABS digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Quote : “Yuk mulai sekarang kita biasakan mengetahui kode plastic yang kita pakai”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS